Thursday, March 6, 2008

Suamiku

Monday, August 13, 2007

selamat ulang tahun yang ke-25.

10 Agustus lalu mas berulang tahun yang ke-25. Selamat ya mas, semoga apapun yang mas inginkan tercapai. Harusnya hari itu aku membawakanmu sekotak besar kue tart seperti yang aku rencanakan sebelumnya. Tapi bagaimana aku mampu membawa kue segede itu, bila membawa tubuhku pulang balik saja aku tidak mampu? maafkan aku ya,mas. Bila hingga detik ini aku terus-terusan merecoki dirimu, tetep jadi hantu buat kamu. Aku punya satu cerita yang di hari kemaren tidak sempat aku bagi denganmu. Masih inget ketika aku bilang tasku hilang? di dalamnya bukan hanya ada uang tapi juga jam tangan yang ingin aku beri padamu sebagai kado di hari ultahmu. Siang itu memang aku sengaja jalan ke Giant, mas tau kan? yang depan MM bekasi tempat mas biasa naek bis jurusan Bekasi barat- Blok M. Siang itu juga aku sengaja membeli sepasang jam tangan, satu buat mas dan yang lain buat aku, itu yang ada dalam bayanganku saat itu. Tapi rupannya Tuhan belum ingi jam tangan itu kita pakai bersama yach...
Banyak sesal juga sebenarnya hari itu ketika aku ada di hadapanku hanya dengan menenteng wajah pucatku, apalagi ketika besok siannya teman-temanmu dari hukumonline menanyakan kado apa yang telah aku beri padamu. Suer aku malu buanget. Tapi ya sudahlah,mas. Pokoknya selamat ulang tahun yach. Semoga hari-hari selanjutnya akan lebih berarti dan lebih menyenangkan buat kamu. Selamat berjuang dengan usia barumu.

Friday, August 3, 2007

Dalam pelukan duka aku menangis

Hari ini aku benar-benar merasa linglung. Tidak ada lagi rasa percaya diri padaku. Demikian gelap duniaku hingga aku merasa kiamat benar-benar sudah menyongsongku. hari ini adalah puncak dari semua permasalahan yang aku hadapi.
Sudah beberapa hari aku tidak di sapa oleh dua salesku, bayangkan gimana rasanya bila harus bekerja dalam satu ruangan dengan beberapa orang yang tidak menyukaiku. Jangankan menegur, tersenyum pun tidak. Aku adalah hantu bagi mereka berdua, itu yang aku dengar sekilas ketika mereka bicara dengan SPG-ku kemaren.
Sebenarnya kenapa sampai bisa sampai seperti itu, menurutku sepele memang, tapi tidak bagi kedua salesku.
Hari Kamis siang mas felix, salesku, menelponku. Intinya dia bilang uang dari Bay Cell 1 & 2 Sejumlah Hampir dua juta sudah ada di tangannya, dia ingin agar aku nembakin pulsa ke Bay Cell. Sorenya ketika dia datang ke kantor dia bilang lupa bawa uangnya dan bilang uangnya akan dia setor hari Jumat besok. Sore itu juga dia minta aku nembakin Twenty Cell pulsa, dia bilang nanti malam dia akan ambil uangnya malam harinya.
Tiba-tiba keesokan harinya dia sms, intinya dia bilang neneknya meninggal dan dia tidak masuk, tentu saja semua uang customer akan dia transfer uangnya. Aku sedikit ragu memang, menurutku ada yang tidak beres, tapi aku diam saja, aku tetep membuat laporan M Kios seperti biasanya, tentu saja aku harus siap di tanya-tanya oleh orang pusat dengan keadaan uang customerku -peraturan kantorku mengharuskan semua uang dari customer di setor H+1- artiya bila aku nembakin pulsa hari kamis, jumatnya uang harus masuk rekening perusahaan.
Rupanya ketifakberesan yang aku cium dari pagi terjadi juga, sore harinya mas felix telp. intinya dia cuma bisa menyetor uang twenty Cell sebesar 658.750 sementara uang bay Cell sebesar hampir dau juta separuhnya telah di pakai untuk pemakaman neneknya.
Aku sebenarnya tidak percaya di umur hampir 40 Thn mas felix masih punya nenek, kalaupun ia punya aku yakin pemakaman neneknya bukanlah tanggung jawab dia tapi orang tua mas felix dan saudara-saudaranya. tapi aku tetap dalam diamku, berdoa audit tidak akan datang keesokan harinya, karena kalau mereka datang aku akan kena denda tiga kali lipat.
hari sabtunya orang pusat marah-marah padaku dan BM-ku gara-gara uang yang di pakai mas felix. aku terkena SP dari team M KIOS, tapi lagi-lagi aku cuma bisa diam.
sorenya datang dari kantor pusat Bm-ku bilang Mas Felix telah di black list oleh perusahaan. Sejak hari itu mas felix tidak lagi bicara padaku, anehnya dia malah menyalahkan aku atas semua yang terjadi. dia bilang di BO (Branch Office) Bekasi masih ada uang 500.000, kenapa aku tidak ngasih pinjam ke dia.
Orang yang aneh, buikankah harusnya aku yang marah-marah padanya, karna gara-gara dia aku terkena SP.

Tidak beda jauh dengan mas felix, mas Dedi-salesku satunya- pun marah gara-gara uang padaku. Senin(30/07/07) dia ngambil uang M KIos dari brangkas, setelah ngambil dia baru bilang padaku. Aku marah besar padanya, karena takut besok ada audit. Tapi anehnya dia marah balik padaku, dia bilang aku tidak mau di ajak kerjasama atau apalah, aku cuma bengong. kerjasama untuk menghancurkan aku? ada apa dengannya? paginya audit benar-benar datang, untung aku tidak kenatiga kali lipat karena mereka maklum alasannya.
Kamisnya (02/08/07) dia bikin ulah lagi. Kemaren Rabu dia bilang Berkah Cell Chipnya Hilang dan aku tidak boleh nembakin, pas kamis aku ngecek ke orangnya, dia bilang mas dedi bohong. Siang harinya mas dedi marah besar padaku, dia bilang aku terlalu ikut campur urusannya dengan telp RS-nya. Dan hingga hari ini kedua sales itu tidak pernah lagi bicara padaku. Perasaan amat tertekan jelas aku rasakan. seakaan-akan aku datang ke BO ini hanya untuk di musuhi.
Pagi ini audit datang lagi ke kantorku, parahnya uang setoranku kurang 53.500. dan keputusannya besok aku harus ke kantor pusat. aku cemas menanti apa yang akan terjadi padaku.
Aku coba mengontak mas herman, dua nomornya tidak aktif. aku sms teman-teman dekatku, nihil, tidak ada jawaban. Mungkin mereka semua sedang asyik dengan dunia mereka masing-masing, dan tinggalah aku dengan segala kesedihan dan air mataku.

Wednesday, July 18, 2007

Semoga...........

Keinginan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjaku sangatlah besar. Aku selalu dihantui ketakutan akan salah tembak dan kena denda tiga kali lipat lagi. Setiap kali aku ingat besarnya tanggung jawabku, aku semakin mantap untuk keluar dari sini. Tapi aku juga takut akan jadi penggangguran bila aku keluar sebelum aku mendapatkan pekerjaan baru. Aku sudah pernah merasakan betapa tidak enaknya hidup "parasit" pada orang lain, dan aku tidak akan siap bila tragedi di awal kedatanganku di Jakarta akan terulang lagi. Tapi aku juga tidak betah di tempat ini. trus aku harus bagaimana? aku bingung kemana harus melangkahkan kakiku. Akhirnya aku tetap bertahan di tempat ini sambil berusaha mencari pekerjaan baru. Tapi hingga detik ini pekerjaan baru itu belum juga aku dapatkan. Akhirnya aku dipaksa harus menyerah pada keadaan. Aku harus terus bergumul dengan rasa stres yang terkadang melebihi batas kemampuanku menhadapinya. aku tau aku tidak boleh putus asa. Tapi perlahan namun pasti, tangan-tangan yang aku harapkan akan terjulur untuk mengeluarkan aku dari kubangan derita bahkan telah di tarik sebelum sempat terulur kapadaku.
Aku masih tetap berusaha sambil tetap berdoa. Semoga apapun yang terjadi padaku adalah yang terbaik untuk aku.

Mau makan apa?

Karena stes yang aku alami, aku jadi sangat sukar makan nasi atau makanan lain yang mengandung karbohidrat. Walaupun semua teman-temanku sudah "ngomel" karena takut maag-ku kambuh dan jadi tambah parah, aku tetap belum mau makan. Entahlah, rasanya perutku sangat lapar, tapi mulutku tidak mau menelan makanan apapun. Alhasil, dalam 2 minggu berat badanku turun 4 kg. Sebenarnya aku sudah sering mengakali agar mulutku mau di ajak kompromi, tapi hasilnya nihil. Setia jam kerja usai, aku selalu menyempatkan satu pertanyaan yang sama tiap harinya kapada rekan-rekan kerjaku. "Menurut kamu, enaknya aku makan apa malam ini?." Selalu itu yang aku tanyakan, sampai-sampai Rusdi, salesku, menyindirku di suatu sore "tumben ga nanya mau makan apa malam ini Mbak,Wi" katanya sambil tersenyum mengejek karena dia merasa aneh aku tidak bertanya tentang makanan sore itu.
Dan gejala sulit makan itu masih menyerangku hingga hari ini. Membuat aku selalu bertanya kembali pada teman-temanku hanya agar aku bisa makan.

Gara-gara sepak bola

Minggu(15/07/07) aku bahagia sekali karena bisa menghabiskan hari liburku bersama seseorang yang sangat aku sayangi. Pulang dari Taman Ismail Marzuki (TIM) sengaja aku mampir ke kosnya karena dia tidak bisa datang ke TIM. Semula dia menolak mengantarkan aku ke Bekasi dengan alasan esok harinya dia akan bekerja. Tapi entahlah, aku juga tidak tau alasan apa yang aku pakai untuk merayunya, tiba-tiba saja kami sudah duduk berdua dalam bis patas AC jurusan Bekasi-BLok M. Aku bahagia karena bisa barter cerita dengannya, aku juga bahagia terutama karena aku bisa "melukis" wajahnya dalam hatiku. Tapi kebahagiaan itu segera berakhir manakala dia ingat kalau malam itu akan ada Final Piala Asia. Dia yang mengaku menyayangi aku rela meninggalkan aku dengan segenap rasa kecewaku hanya gara-gara sepak bola. Walaupun aku "mengemis" padanya untuk tetap tinggal, tetap saja dia tidak bergeming. Baginya sepak bola sudah jadi istri pertamanya, bahkan saat dia belunm menikah. Aku jadi sangat membenci sepak bola. Dari dulu sebenarnya aku juga kurang suka dengan olahraga yang satu itu. Tetapi hari itu aku benar-benar jadi benci berlipat ganda hanya karena ditinggalkan pacarku demi bola.
Mudah-mudahan tidak banyak para pecinta lainnya yang harus berkorban sepertiku hanya gara-gara sepak bola

Rabu yang berbeda

Rabu (18/07/2007) adalah Rabu yang berbeda buat aku. Kalau di Rabu-Rabu yang lalu aku selalu berlinang air mata karena stres yang luar biasa, maka di Rabu ini aku malah bisa Enjoy di depan komputer atau tepatnya nge-net. Semua jadi berbeda karena sekarang di kantor juga banyak yang berbeda. Ada BM baru, tentu saja dengan segala kebijakan dan peraturan yang baru juga. Aku bersyukur karena banyak dari kebijakannya malah meringankan tugasku. Seperti cara-cara menerima pembayaran uang tunai misalnya, walaupun aku akui agak sedikit ribet, tapi entahlah. Yang jelas Rabu ini tidak lagi ada selisih uang, aku juga bisa pulang jam 18.30 karena penembakan sudah selesai.
Aku tau besok auditur akan ke kantor. Tapi aku sama sekali tidak cemas menyambut kedatangan mereka sama seperti biasanya. Yang aku tau hari ini semua laporan penembakan, laporan keuangan, dan laporan lainnya yang berkaitan dengan M kios sudah selesai. Lega memang, dan semuanya tentu saja tidak lepas dari bantuan semua kru di BO bekasi ini. Terimah kasih rekan-rekanku sekalian. Terimah kasih untuk Rabu yang berbeda ini. Terimah kasih untuk Rabu yang berlalu tanpa air mata ini. Semoga Rabu-Rabu yang akan datang juga akan tetap sedamai ini.